| |
|
 |
| |
Column
merupakan kumpulan tulisan khas vesparecord.com
dalam
mencermati Dunia Vespa yang ada. Dalam content
ini kami tidak pernah
bermaksud untuk menggurui para skuteris, akan
tetapi tulisan - tulisan
yang ada hanyalah sebuah rasa perhatian kami
terhadap Vespa di Indonesia.
Dimana hal tersebut dapat kita diskusikan
bersama guna perkembangan
Vespa di negeri tercinta ini lebih lanjut.
Kami menyadari bahwa tidak ada
sebuah kebenaran hakiki dalam sebuah karya
tulis seseorang, namun kami
berusaha semaksimal mungkin bahwa sumber -
sumber yang terdapat dalam
column dapat dipertanggung jawabkan dengan
data-data yang ada. |
| |
|
|
|
 |
|
 |
 |
|
Oleh : Bambang Subiyantoyo |
|
|
| |
Aplikasi
dua warna yang melekat pada tubuh Vespa
jarang ditemukan dalam produk-
produk Piaggio keluaran decade 1990’an
ke bawah, khususnya yang dkeluarkan
oleh
Piaggio Italy. Dari penggambaran prosesing
di dalam pabrik Piaggio sekalipun,
Vespa dengan model satu warna terlihat
lebih mendominasi. Sehingga terkesan
monoton dan hanya dihiasi dengan striping
yang berbahan plastic sticker maupun
dari batangan alumunium. Hal ini entah
disebabkan oleh pihak Piaggio dalam
memberikan ruang inovasi bagi pengembang
diluar Italy ataupun bagi innovator-
inovator individu pemilik Vespa.
Sebagaimana diketahui bahwa Piaggio
Italy banyak bekerja sama dengan
pengembang-pengembang motorskuter di
belahan dunia lainnya guna melebarkan
sayap bisnisnya. Dimana ini terjadi
di Jerman yang lisensi pertamanya dipegang
oleh Hoffmann,
Inggris dengan Douglas (Kingswood)
Ltd., Prancis dengan ACMA
(Ateliers de Constructions
de Motocycles et Accessories),
Spanyol dengan MotoVespa
SA, Belgia dengan MISA
(Moto Industry SA),
Amerika Serikat dengan Sears
Roebuck and Co., Brazil dengan
Panauto SA, hingga
ke India dengan Bajaj Auto
Ltd. Dari para pemegang lisensi
inilah Vespa sebagai skuter kemudian
diberikan sentuhan-sentuhan lain, baik
dalam kekuatan mesin maupun tampilan
fisiknya dimana salah satunya adalah
penempatan kombinasi dua warna (two
tone). MORE
DETAIL (pdf file 217 kb) |
|
|
|
|
| |
 |
 |
Oleh
: Bambang Subiyantoyo
|
|
|
| |
Memiliki skuter
lawas (terutama produksi tahun 1970’an
ke bawah) merupakan salah
satu keinginan terpendam banyak orang
yang pada saatnya nanti ingin diwujudkan.
Kenyataan ini sangat wajar mengingat
Vespa (salah satu brand skuter) lawas,
selain
populasinya saat ini semakin menurun
juga merupakan satu dari beberapa barang-
barang yang cukup populer untuk dimiliki,
dikoleksi, bahkan dijadikan investasi,
baik oleh generasi muda maupun generasi
sebelumnya.
Permasalahannya disini adalah bagaimana
memilih Vespa yang begitu banyak varian,
sehingga dapat menjadi pilihan tepat
tanpa harus membuang uang dengan percuma
dikemudian harinya. Tulisan ini ditujukan
bagi peminat baru yang ingin memasuki
dunia Vespa lawas, dimana pada kelanjutannya
merupakan generasi penerus pecinta
Vespa di negeri tercinta ini.
Saat ini berkembang paradigma umum yang
kurang tepat dalam melihat Vespa
lawas sebagai sebuah kendaraan stylish.
Hal ini dapat dimaklumi apabila yang
bersangkutan hanya sekedar penikmat
Vespa lawas sebagai bunga-bunga nan
indah
dan lucu yang bertebaran di jalan-jalan
tanpa sebuah keinginan untuk memilikinya.
MORE
DETAIL (pdf file 115 kb) |
|
|
|
|
| |
|
 |
|
|